Katetgori

Pemprov Riau Klaim Investasi Triwulan II Serap 10.944 Tenaga Kerja

Andre | 24 Jul 2026, 16:53
Ilustrasi pencari kerja Ilustrasi pencari kerja

SERUAK.com - Realisasi investasi di Provinsi Riau sepanjang Triwulan II Tahun 2026 tidak hanya mencatatkan nilai investasi sebesar Rp20,23 triliun, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika O.K., ST, MT, merincikan bahwa realisasi investasi tersebut berhasil menyerap sebanyak 10.944 tenaga kerja dalam PMDN dan PMA di triwulan II.

“Serapan tenaga kerja ini terdiri dari 10.919 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 25 Tenaga Kerja Asing (TKA), ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Ia merincikan adapun lokasi investasi, penyerapan tenaga kerja terbesar terdapat di Kota Pekanbaru dengan 2.645 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 7 tenaga kerja asing (TKA), Kabupaten Kampar 1.409 TKI dan 2 TKA, Kabupaten Pelalawan 749 TKI, Kota Dumai 648 TKI dan 7 TKA, Kabupaten Bengkalis 928 TKI, Kabupaten Indragiri Hulu 625 TKI, Kabupaten Siak 451 TKI dan 1 TKA.

Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir menyerap 1.923 TKI, Kabupaten Rokan Hulu 566 TKI, Kabupaten Rokan Hilir 201 TKI, Kabupaten Kuantan Singingi 755 TKI dan 8 TKA, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 19 TKI.

Sedangkan, berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi pada Triwulan II 2026 didominasi lima sektor utama.

"Sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi menjadi motor penggerak investasi dengan kontribusi sekitar 39 persen dari total investasi atau senilai Rp8 triliun, sekaligus menyerap 903 tenaga kerja yang terdiri dari 894 TKI dan 9 tenaga kerja PMA," ungkapnya.

Posisi kedua ditempati sektor Kehutanan dengan nilai investasi sekitar Rp3,8 triliun atau 19 persen dari total investasi. Selain menjadi salah satu sektor unggulan, sektor ini juga tergolong padat karya dengan menyerap 1.764 tenaga kerja, hampir seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia.

Selanjutnya sektor Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan menyumbang sekitar 11 persen dari total investasi dengan nilai mencapai Rp2,1 triliun. Sektor ini mencatat 484 proyek investasi dan berhasil menyerap 1.415 tenaga kerja, terdiri dari 1.412 TKI dan 3 TKA.

Sektor Listrik, Gas dan Air memberikan kontribusi sekitar 8 persen terhadap total investasi dengan nilai mencapai Rp1,6 triliun serta menyerap 401 tenaga kerja yang terdiri dari 392 TKI dan 9 tenaga kerja PMA.

Sementara itu, sektor Industri Makanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di antara seluruh sektor usaha dengan menyerap 3.104 tenaga kerja, terdiri dari 3.020 TKI dan 84 tenaga kerja PMA, seiring realisasi investasi yang mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau sekitar 7 persen dari total investasi.

Selain lima sektor utama tersebut, penyerapan tenaga kerja juga berasal dari sektor Perdagangan dan Reparasi sebanyak 1.452 tenaga kerja, Jasa Lainnya 838 tenaga kerja, Hotel dan Restoran 391 tenaga kerja, Konstruksi 183 tenaga kerja, serta berbagai sektor industri lainnya.

Dari sisi asal investasi asing, arus PMA ke Provinsi Riau masih didominasi negara-negara Asia Tenggara. Singapura menjadi investor terbesar dengan kontribusi 51 persen dari total PMA atau senilai Rp2,39 triliun (US$145,13 juta) melalui 389 proyek, sekaligus menyerap 403 tenaga kerja Indonesia dan 2 tenaga kerja asing.

Posisi kedua ditempati Malaysia dengan kontribusi 40 persen dari total PMA atau senilai Rp1,84 triliun (US$111,42 juta) melalui 186 proyek, yang menyerap 122 tenaga kerja Indonesia dan 3 tenaga kerja asing.

Selanjutnya Bermuda berada di peringkat ketiga dengan kontribusi 5 persen atau investasi sebesar Rp234,31 miliar (US$14,20 juta) melalui 9 proyek. Kepulauan Virgin Inggris berada di posisi keempat dengan kontribusi 2 persen atau investasi sebesar Rp109,50 miliar (US$6,64 juta) melalui 38 proyek.

Sementara itu, Jepang berada di posisi kelima dengan kontribusi sekitar 1 persen. Negara tersebut merealisasikan investasi sebesar Rp31,49 miliar (US$1,91 juta) melalui 37 proyek serta menyerap 34 tenaga kerja Indonesia.

"Pemerintah Provinsi Riau melalui DPMPTSP berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif. Langkah ini dilakukan dengan menyederhanakan proses perizinan dan memberikan pelayanan terbaik bagi para investor agar terjaga pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Vera.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau juga terus mendorong pengembangan hilirisasi melalui identifikasi dan pendataan terhadap produk-produk hilir yang telah diproduksi oleh perusahaan PMA maupun PMDN di Provinsi Riau.

"Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya pengembangan hilirisasi melakukan identifikasi dan pendataan terhadap produk-produk hilir yang telah diproduksi oleh perusahaan PMA dan PMDN di Provinsi Riau. Hal ini dilakukan guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, diharapkan kiranya dapat menjadikan Riau sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan fokus kepada pengembangan industri hilir dan ekonomi hijau yang berkelanjutan," tutup Vera.*